Dimensi
Kultural Proses pembelajaran jarak Jauh
Kemajuan dalam teknologi internet
membuat proses pembelajaran jarak jauh yang layak untuk menjadi pilihan yang
akan dikembang ke depan sebagai alternatif untuk pembelajaran. Meskpipun
teknologi merupakan bagin integral dri pendidikan jarak jauh, namun program
pndidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa/mahasiswa daripapad
teknologi itu sendiri. Selain itu juga perlu mempertimbangkan umur, kultur
latar belakang sosialekonomi , interes, pengalaman, level pendidikan dan
terbiasa atau tidaknya dengan metode pendidikan jarak jauh
Didalam pembangunan sistem perlu
diperhatikan tentang desain dan pemgembangan sistem , interactivity, active,
visual imagery dan komunikasi yng efektif
Pendidikan jarak jauh ada beberapa
macam. Pembelajran jarak jauh secara online, pembelajaran jarak jauh web secara
online
Dalam pembelajaran jarak jauh online
yang menjadi masalah adalah dictance learning yang selama ini dianggap
bermasalah adalah tidak adanya interasik antara dosen dam mahasiswanya. Namum
demikian dengan adanya media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan
interaksi antara dosen dan mahassiswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata)
atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dlm bentuk
chatroom.
Pendidikan jarak jauh online
merupakan pengganti dari pembelajaran jarak jauh yang selama telah dilakukan
oleh Universitas Terbuka. Dengan pendidikan jarak jauh online ini membuat
pembelajaran fleksibilitas yang akan dialami oleh mahasiswaa
Mengapa
Dimensi Kultural Psikologis dalam Pendidikan
Why, mengapa, dimensi kultural
psikologis dalam pendidikan. Pernyataan ini merupakan entry point mengawali
suatu perkuliahan dalam mata kuliah “Dimensi Kultural Psikologis dalam
Pendidikan bersama Ibu Prof. Conny Semiawan dan Ibu Dr. Yufiarti. Ketika
pernyataan ini diformulasi ke dalam bentuk pertanyaan “mengapa perlu adanya
dimensi kultural psikologis dalam pendidikan? Berbagai pandangan dari kawan-kawan
pun muncul untuk meresponi pertanyaan tersebut. Sebagian kawan mengatakan bahwa
kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari aspek kultural psikologis.
Oleh karena itu, pendidikan harus
dirancang untuk menopang tumbuh kembangnya aspek ini di dalam praktek-praktek
pendidikan. Teman yang lain memberikan pernyataan yang nampaknya bersumber dari
hasil cara berpikir yang sama yang melihat betapa manusia membutuhkan interaksi
sosial dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Dengan demikian, manusia
yang satu membutuhkan pembinaan, arahan dan didikan dari manusia lainnya. Kedua
jawaban tersebut pada hakekatnya tidak keliru, tetapi belum berpijak pada
potensi dasar manusia yang dibawa sejak lahir. Potensi dasar yang dimaksud
adalah hadirnya manusia (bayi) dengan membawa masing-masing keunikan individual
yang multi kompleks yang merupakan keutuhan jamak dengan penuh keterarahan.
Keutuhan jamak tetapi memperhatikan keterarahan individualitas yang unik.
Dikatakan unik karena tidak satu pun manusia yang lahir di dunia memiliki
kesamaan bentuk rupa dan tingkat kecerdasan sekalipun dilahirkan dalam bentuk
anak kembar.
Hakekat Keunikan Individu Manusia
Ada anekdot atau lelucon bahwa
pernah suatu ketika di mal Amerika ada penjualan otak dan otak orang Indonesia paling
laris karena belum pernah dipakai. Oleh sebab itu, kita hendaknya menggunakan
semaksimal mungkin sel otak kita melalui model pendidikan. Jadi, setiap anak
dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Sedangkan yang dimaksud dengan bakat
adalah kemampuan inheren dalam diri seseorang yang dibawa sejak lahir dan
terkait dengan struktur otak. Secara genetis struktur otak terbentuk sejak
lahir tetapi bagaimana fungsinya sangat ditentukan oleh cara anak berinteraksi
dengan lingkungannya (aktualitas).
Di samping itu, tingkat kecerdasan,
Inteligence Quotient (IQ) anak juga berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut
dapat dilihat dari tingkat IQ yang dimiliki oleh anak tersebut. Mengukur IQ
sebaiknya dilakukan pada waktu anak kelas 5 –6 Sekolah Dasar. Setiap anak
normal mentalnya memiliki kemungkinan genius dalam dirinya, yang bisa digali,
bisa ditemukan yang paling baik (yang unggul tetapi belum nampak pada diri anak
(hidden exellence in personhood). Namun demikian, bagi anak yang memiliki
tingkat IQ di bawah normal (below average) akan sangat sulit mencapai tingkat
superior dan genius walaupun peranan lingkungan begitu besar. Perbedaan
potensi, bakat, dan inteligensi yang terdapat pada setiap orang itulah yang
disebut dengan keunikan individualitas. Keunikan individualitas melahirkan
jenis-jenis dan keragaman yang membentuk satu kesatuan masyarakat yang plural.
Interaksi Nature dan Nurture
Pluralitas masyarakat tentu saja
diikat oleh suatu budaya yang memiliki pandangan hidup, way of life dalam
rangka menegakkan nilai-nilai moralitas, dan tata krama yang disepakati bersama
dalam kehidupan masyarakat. Namun, tata nilai dan moralitas yang dianut dalam
suatu masyarakat atau negara mengalami goncangan dan gesekan yang hebat
memasuki era globalisasi. Goncangan itu terjadi akibat perpaduan nilai-nilai
baru yang dibawa oleh arus globalisasi dengan tata nilai lama yang dianut
masyarakat. Oleh karena itu, setiap negara melakukan restrukturisasi untuk
menghindari terjadinya persinggungan negatif dari segala kehidupan. Di
Indonesia, restrukturisasi telah membawa dampak begitu besar di dalam berbagai
sektor kehidupan. Salah satu sektor yang telah direstrukturisasi adalah sektor
pendidikan yang berwujud reformasi pendidikan sebagai dampak dari perubahan
sistem pengelolaan negara yang sentralistik menjadi otonomi daerah dalam rangka
mempercepat proses inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun perubahan
yang dimaksud dapat digambar sebagai berikut:
Perubahan dalam melakukan melakukan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari dua pendekatan yang perlu dipertimbangan dalam psikologi.. Keduanya mempunyai dasar pijakan yang berbeda dalam melakukan pengukuran; yang pertama menggunakan pendekatan nilai yang mencakup keseluruhan verstehen, sistem dalam diri manusia. Kedua, menggunakan pendekatan eksperimen yang melibatkan alam sebagai unsur yang kausal.
Perubahan dalam melakukan melakukan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari dua pendekatan yang perlu dipertimbangan dalam psikologi.. Keduanya mempunyai dasar pijakan yang berbeda dalam melakukan pengukuran; yang pertama menggunakan pendekatan nilai yang mencakup keseluruhan verstehen, sistem dalam diri manusia. Kedua, menggunakan pendekatan eksperimen yang melibatkan alam sebagai unsur yang kausal.
Untuk itu dalam pembelajaran seorang
guru atau dosen harus mengetahui dulu kultur masing-masing siswa atau
mahasiswa. Dengan demikian maka dengan mudah menerapakan strategi dan
model-model pembelajaran.
sharing ilmu
BalasHapusapakah saya lulus
BalasHapus